Mungkin para pembaca sudah mengetahui bagamana tata cara i'tikaf dimasjid, bahasan ini hanya sekedar mengingatkan saja
I'tikaf menurut bahasa adalah : bertekun, maksudnya tetap dan terus menerus dalam sesuatu.
sedangkan I'tikaf menurut istilah syara' adalah : Tinggal didalam masjid dengan niat yang khusus.
sebagaimana alquran telah mengisyaratkan tentang disyari'atkannya I'tikaf dalam surat al-baqoroh ayat 187
ولا تباشروهن وأنتم عاكفون فى المساجد
Walaa tubaasyiruuhunna waantum 'aakifuuna fil masaajid
"Dan janganlah kamu mencampuri mereka (istri-istri kamu) sedang kamu beri'tikaf di dalam masjid"
I'tikaf adalah termasuk syari'at lama yang sudah dikenal orang-orang sebelum Nabi Muhammad Saw. hal itu dijelaskan oleh firman allah yang artinya :
"Dan telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Isma'il : bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, ruku, dan yang sujud".
Hikmaha di syai'atkannya i'tikaf
Kapan saja seorang muslim senantiasa harus berusah menahan diri terhadap syahwatnya, meskipun syahwat yang diizinkan syara' danagar mengekangnya demi mematuhi tuhannya dan supaya bisa sepenuhnya beribadah kepada Allah Swt. Dengan demikian dia bisa terlatih mencintai Allah Swt, dan lebih mencintai keridhoannya, dengan cara meninggalkan hal-hal yang dihaaramkan dan yang berbahaya diantara keinginan keinginan nafsunya, karena memang nafsu selalu mendorong kepada jiwa manusia uantuk berbuat kemaskiatan, sebagaimana firman Allah Swt dalam surat yusuf ayat 53 :
إن النفس لأمارة بالسوء إلا ما رحم ربى
Innannafsa la-ammaarotum bissuu-i illa maa rohima robbii
"Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh tuhanku"
Mendekati dunia akan membuat manusia semakin dekat dan semakcin cinta dan kemudian memburunya. dan hal itu tak mungkin di cegah dan dihindari selain dengan mendidik dalam khalwat-khalwat seperti ini, agar dia mencintai allah swt, dan lebih menyukai keridhoannya, dengan cara meninggalkan hala-hal yang diharamkan dan yang berbahaya.
Maka dari itu disyariatkannya i'tikaf ini supaya menjadi wasilah untuk memusatkan fikiran dan membersihkan hati, seta mendidik jiwa agar bisa mempunyai sifat zuhud terhadap segala sesuatu yang dihalalkan dan menjaduhi segala sesuatu yang dilarang oleh Allah Swt.
Bagaimana hukumnya i'tikaf ?
I'tikaf itu hukumnya sunnah dilaksanakan setiap hari setiap kita masuk masjid, terlebih pada bulan romadhan dan lebih muakkad lagi yaitu pada sepuluh hari yang akhir di bulan ramadhan, tapi kalau i'tikaf itu di nadzarkan maka hukumnya i'tikaf tersebut adalah wajib dilaksanakan. Dengan demikian, maka i'tikaf itu mempunyai tiga hukum :
Pertama : Mustahab/Sunnah, yaitu kapan saja setiap masuk masjid
Kedua : Sunnah muakkad , yaitu pada sepuluh malam terakhir bulan ramadhan, kenapa pada malam itu hukumnya sunnah muakkad ? karena pada malam itu adalah merupakan malam lailatul qodar, malam yang sangat penting dan sangat berharga bagi ummat islam, malam yang dimana ibadah seorang hamba dalam satu malam bagaikan ibadah 1000 bulan, sebagaimana firman Allah Swt. dalam surat Al-qodar ayat 3 :
ليلة القدر خير من ألف شهر
Lailatul qoeri khoirun min alfi syahrin
"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan"
Ketiga : Wajib, jika i'tikaf tersebut di nadzarkan, yaitu apabila seseorang bernadzar untuk melakukan i'tikaf dalam waktu tertentu, maka wajib baginya untuk melakukan i'tikaf tersebut,
Bagaimana Tatacara i'tikaf dimasjid ?
Untuk melaksanakan i'tikaf dimasjid ini bisa dikatakan sah apabila dilakukan dengan menjalankan dua syarat
1. Niat, yang dilaksanakan ketika melai melakukan i,tikaf, yaitu ketika kita diam dimasjid, disana kita mulai niat I'tikaf, dengan niat sebagai berikut :
تويت أن أعتقف فى هذا المسجد تقربا إلى الله
Nawaitu an a'takifa fii haadzal masjid taqorruban ilallah
"Saya berniat untuk i'tikaf di masjid ini untuk mendekatkan diri kepada Allah"
2. Tinggal di dalam masjid, ketika kita tinggal didalam masjid harus diperhatikan syarat-syarat yang memperbolehkan kita tinggal dimasjid diantaranya : harus suci dari jinabat, suci dari haid, atau nifas dan bersihnya badan dan pakain dari najis yang dapat mengotori masjid
Dalam beri'tikaf hendaknya menjaga adab-adaban i'tikaf, diantaranya :
- Dalam berai'tikaf hendaknya digunakan untuk melakukan taat kepada Allah dengan berdzikir, membaca al-quran, mengkaji ilmu dan lain sebagainya.
- Puasa, i'tikaf dengan berpuasa lebih utama dan lebih kuat untuk menyingkirkan nafsu duniawi.
- i'tikaf dilakukan di masjid, kalau bisa dimasjid jami' yaitu masjid yang biasa dipakai untuk jum'at.
- Jangan berbicara dengan orang lain kecuali bicara yang baik-baik.
Hal-hal yang merusak i'tikaf
1. Bersetubuh dengan sengaja walaupun tidak mengeluarkan air mani
2. Keluar dari masjid dengan sengaja tanpa ada kepentingan
3. Murtad
4. Haid, nifas
Demikian penjelasan singkat tentang tata cara i'tikaf di masjid semoga bermanfaat bagi anda yang berbahagia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Response to "Tata Cara I'tikaf di Masjid"