1.
“Semenjak kenal manusia, aku tidak senang
pujian mereka, dan juga tidak benci celaan mereka.” Ada yang bertanya, “Kenapa
bisa demikian?” beliau menjawab, “Karena mereka yang memuji itu
berlebih-lebihan dan mereka yang mencela itu terlalu meremehkan.” -Malik bin
Dinar-
2.
“Sesungguhnya Allah mencintai
orang orang yang tidak menonjolkan diri, taqwa, & shalih. Apabila tidak
hadir, mereka tak dicari cari. Apabila hadir mereka tak dikenali. Mereka
bagaikan lentera lentera petunjuk yang menerangi setiap kegelapan.” (HR. Al
Mundziri dalam At Targhib wat Tarhib, hasan)
3.
ibnul qayyim al jauziyah berkata:
“Sungguh suatu kezaliman dan kebodohan kalau engkau memohon penghormatan dan
pengagungan dari manusia, sementara hatimu kosong dari mengagungkan dan
menghormati Allah swt.”
4.
“Seandainya aku melakukan
kebenaran sembilan puluh sembilan kali dan melakukan kesalahan sekali, sungguh
manusia akan menghitung-hitung satu kesalahan tersebut”.
(perkataan Asy Sya’bi rohimahulloh dalam Tahdzib Siyar A’lam An Nubala, 1/392).
(perkataan Asy Sya’bi rohimahulloh dalam Tahdzib Siyar A’lam An Nubala, 1/392).
5.
“Janganlah kalian mencabut uban,
karena ia merupakan cahaya seorang muslim di hari kiamat.” (HR. Abu Dawud, dll.
Al-Imam An-Nawawi t dalam Riyadush Shalihin menghasankannya)
6.
Ciri-ciri ulama akhirat antara
lain: dia sangat berhati-hati dalam memberi fatwa, bahkan bersikeras untuk
tidak berfatwa sama sekali. Apabila ditanya oleh orang tentang segala sesuatu
yang diketahui baik yang bersumber dari Al Qurán, hadits, ijma’dan kiyas, maka
ia menjelaskan sesuai dengan kemampuannya. Sebaliknya, jika ia tidak mengetahui
secara pasti, maka dengan jujur ia berkata : aku tidak tahu (wallahu a’lam bish
showab) . (Imam al-Ghazali). Subhanallah…
7.
Imam Abu Daud rahimahullah
meriwayatkan dari hadits Abu Darda radhiallahu ‘anhu bahwasannya Nabi
Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Apabila seorang hamba melaknat sesuatu maka laknat tersebut naik ke langit, lalu tertutuplah pintu-pintu langit. Kemudian laknat itu turun ke bumi lalu ia mengambil ke kanan dan ke kiri. Apabila ia tidak mendapatkan kelapangan, maka ia kembali kepada orang yang dilaknat jika memang berhak mendapatkan laknat dan jika tidak ia kembali kepada orang yang mengucapkannya.”
“Apabila seorang hamba melaknat sesuatu maka laknat tersebut naik ke langit, lalu tertutuplah pintu-pintu langit. Kemudian laknat itu turun ke bumi lalu ia mengambil ke kanan dan ke kiri. Apabila ia tidak mendapatkan kelapangan, maka ia kembali kepada orang yang dilaknat jika memang berhak mendapatkan laknat dan jika tidak ia kembali kepada orang yang mengucapkannya.”
8.
Imam Ghazali = ” yang paling tajam
sekali didunia ini adalah Lidah Manusia. Karena melalui lidah, manusia
dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri “
9.
“Barangsiapa yang ilmunya membuat
dia menangis (karena takut kepada Allah), maka dia seorang yang ‘alim.” (Sufyan
ats-Tsauri)
10. “Jangan sekali-kali kamu tertipu dalam menilai kepahlawanan
seorang laki-laki dari perilakunya dan apa yang kamu lihat dari amal ibadahnya.
Sesungguhnya, seorang pria yang disebut pahlawan adalah yang senantiasa menjaga
dua perkara, yakni yang menjaga aturan-aturan Allah dan senantiasa ikhlas dalam
beramal.”
(Ibnul Jauzi dalam Saaidul Khatiir)
(Ibnul Jauzi dalam Saaidul Khatiir)
11. Setiap jasad tidaklah bisa lepas dari yang namanya hasad (iri).
Namun orang yang berpenyakit (hati) akan menampakkannya. Sedangkan orang yang
mulia (hatinya) akan menyembunyikannya
12. “Seandainya kalian
mengetahui dengan sebenar-benarnya ilmu (agama), niscaya kalian akan bersujud
hingga punggung-punggung kalian membengkok, dan sungguh kalian akan
berteriak-teriak sampai suara kalian habis. Maka menangislah, bila kalian tidak
mampu menangis maka berpura-puralah menangis.”
[dan bila tidak mampu menangis maka tangisilah diri kalian yang memiliki hati sekeras batu. _pent.]
[dan bila tidak mampu menangis maka tangisilah diri kalian yang memiliki hati sekeras batu. _pent.]
13. “Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun
kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no.
6446 dan Muslim no. 1051)
14. “Yaa Allah jadikanlah seluruh amalanku ikhlas untuk wajahMu, dan
janganlah jadikan sedikitpun amalanku untuk seorangpun (tidak ikhlas, red)”
15. Sungguh tidak ada kehidupan bagi orang yang selalu membenci dan
mendendam, karena ia selalu dalam keadaan yang tidak jelas, selalu merasa bahwa
ia berhak mendapat yang lebih dari apa yang sudah diterimanya. Dan dalam
pandangannya, Rabb-nya telah menghalanginya, mengecilkan keberadaannya dan
membuatnya selalu terpuruk dalam berbagai hal. Maka bagaimana mungkin orang
seperti ini akan mencapai kebahagiaan, ketenangan dan kenikmatan hidup. (‘Aidh
Al Qarni)
16. Imaam Asy Syaafi’iy رحمه الله,
“Simpanan yang paling bermanfaat adalah taqwa. Dan simpanan yang mencelakakan
adalah permusuhan.” (“Bustaanul ‘Aarifiin”)
17. “Orang yang diutamakan
boleh menjadi seorang sahabat (kawan baik) adalah yang memiliki lima karakter :
1. Berakal (pintar)
2. Berakhlaq baik
3. Tidak faasiq
4. Tidak melakukan kebid’ahan
5. Tidak ambisius terhadap dunia.”
(Kitab “Ihyaa u ‘Uluumiddiin”)
1. Berakal (pintar)
2. Berakhlaq baik
3. Tidak faasiq
4. Tidak melakukan kebid’ahan
5. Tidak ambisius terhadap dunia.”
(Kitab “Ihyaa u ‘Uluumiddiin”)
18. Sebesar apapun sebuah kesalahan dan kekhilafan yg dilakukan
seorang Muslim, maka tidak patut bagi saudaranya Menyindir, Menggunjingnya,
atau bahkan Mencercanya. Meskipun itu dilakukan tanpa sepengetahuan
saudaranya..
19. Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat yang dapat menimbulkan
persangkaan, maka janganlah menyesal kalau orang menyangka buruk kepadanya.
[Umar bin Khattab]
20. Fudail bin iyadh berkata : barang siapa yang suka untuk disebut
– sebut namanya maka ia tidak akan terkenal, dan barang siapa yang tidak suka
untuk disebut – sebut namanya, maka ia akan terkenal.
21. “Perbuatan bid’ah itu lebih disukai iblis dari pada perbuatan
maksiat, karena yang melakukan maksiat akan bertaubat dari kemaksiatannya
sementara orang yang melakukan bid’ah tidak akan bertaubat dari kebid’ahannya.”
22. “Berpeganglah kepada peninggalan para salaf walaupun karenanya
kamu ditolak oleh orang banyak, jauhilah pendapat para tokoh (yg tidak sesuai
ajaran rasulullah, red), walaupun mereka menghiasi perkataan mereka.”
23. Muhammad bin Sirrin berkata:
Saya tidak akan berkata atau berbuat sesuatu, sampai saya telah menyiapkan jawabannya di hadapan Allah kelak…
Saya tidak akan berkata atau berbuat sesuatu, sampai saya telah menyiapkan jawabannya di hadapan Allah kelak…
0 Response to "Kata Kata Mutiara"