Latest News

PANTI YATIM MANARUL ULUM

Tata Cara Taubat Nasuha

Pada hakikatnya hidup kita dimuka bumi ini adalah musafir yang sedang dalam perjalanan menuju kampung halaman kita, yaitu kampung yang abadi tidak ada batas waktu, yaitu kampung akhirat yang nanti kita akan selamanya berada dialam akhirat tanpa penentuan batas waktu.
Oleh karena itu sepantasnya kita mempersiapkan diri untuk membekali diri kita sendiri, supaya kita senantiasa mendapatkan kebahagiaan nanti di alam akhirat, yang mana di alam sana hanya dua tempat yang disediakan oleh Allah Swt. Yaitu Surga Tempat orang orang yang bertaqwa, orang yang selalu taat beribadah kepada allah Swt.Ditempat ini Allah memberikan kebahagiaan yang tidak akan ditemukan kebahagiaan ini didunia. kemudian ada Neraka yaitu tempat orang orang yang inkar terhadap perintah Allah dan selalu berbuat maksiat, Ditempat ini Allah memberikan siksaan yang begitu dahsyat kepada mereka yang selalu berbuat maksiat.
Maka tinggal kita yang menentukan pilihan, apakah surga yang kita harapkan ataukah neraka ? Tentu yang kita harapkan adalah surga. Namun untuk mendapatkan surga dari Allah bukanlah hal sepele, tapi perlu perjuangan yang sangat besar, karena jalan ke surga itu dikelilingi oleh ketidak nyamanan, kebencian, banyak sekali halangan dan rintangannya, sedangkan kalau jalan ke neraka sangat lurus dan mulus sehingga tidak sedikitpun halangan dan rintangan yang berarti.
Sebagaimana tadi bahwa kita pasti mengharapkan surga dari Allah untuk mendapatkan kebahagiaan hidup yang kekal abadi dengan penuh suka cita.
Yang namanya manusia, olehAllah diberi akan dan nafsu, sehingga terkadang nafsu yang lebih banyak berfungsi dalam kehidupan kita sehari-hari, maka kemaksiatan dan dosa yang kita lakukan. Padahal yang kita harapkan adalah surganya Allah, Maka yang harus kita lakukan adalah Taubat Nasuha kepada Allah, Taubat yang betul betul taubat bukan taubat yang main-main, sehingga dengan taubat nasuha Allah akan mengampuni segala dosa yang sudah kita lakukan didunia ini. oleh karena itu kita harus mengetahui tata cara taubat nasuha yang benar sehingga kita mendaptan apa yang kita harapkan.
Pengertian Taubat

Pengertian taubat secara bahasa adalah kembali, sedangkan menurut perngertian syar’i taubat adalah kembali dari maksiat kepada Allah Ta’ala menuju ketaatan kepada-Nya. Dan taubat yang paling agung serta paling wajib adalah taubat dari kekafiran kepada keimanan.



Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَف
“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, Jika mereka berhenti (bertaubat dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang telah lalu.” (Al-Anfal: 38)


Kemudian tingkatan taubat berikutnya adalah taubat dari dosa-dosa besar, berikutnya taubat dari dosa-dosa kecil. Dan wajib bagi setiap manusia untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari setiap dosa.

 

Kewajiban Bertaubat
Bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan taubat nasuha merupakan kewajiban bagi orang islam yang diperintahkan Allah Ta’ala, sebagaimana firman Allah Swt.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nashuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (At-Tahrim: 8)

Juga firman Allah Ta’ala:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An-Nur: 31)




Syarat-syarat Taubat Nasuha

Pertama: Ikhlas
Hendaklah seorang bertaubat dengan niat yang ikhlas, yaitu semata-mata mencari keridhaan Allah Ta’ala dan agar mendapatkan ampunan-Nya, bukan karena ingin dipertontonkan kepada manusia (riya’), atau hanya karena takut kepada penguasa, ataupun kepentingan-kepentingan duniawi lainnya. Karena taubat kepada Allah Ta’ala adalah termasuk ibadah yang harus memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas dan mutaba’ah (mencontoh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam).

Kedua: Menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan
Karena penyesalan menunjukkan kejujuran taubat seseorang, oleh karenanya Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: النَّدَمُ تَوْبَة
“Penyesalan adalah taubat.”

Ketiga: Meninggalkan dosa
Meninggalkan dosa termasuk syarat taubat yang paling penting, sebab itu adalah bukti benarnya taubat seseorang, maka tidak diterima taubatnya apabila ternyata dia masih terus-menerus melakukan dosa tersebut.
Adapun cara meninggalkan dosa, jika berupa kewajiban yang ditinggalkan; adalah dengan melaksanakan kewajiban itu. Sedangkan dosa melakukan perbuatan haram, maka wajib untuk segera meninggalkan perbuatan haram tersebut dengan segera dan tidak boleh terus melakukannya meskipun hanya sesaat.


Keempat: Bertekad untuk tidak mengulang kembali perbuatan dosa tersebut di masa mendatang
Apabila di dalam hati seseorang masih tersimpan keinginan untuk kembali melakukan dosa tersebut jika ada kesempatan, maka tidak sah taubatnya.
Kelima: Apabila dosa tersebut berupa dosa yang dilakukan kepada orang lain, maka harus meminta maaf dan atau mengembalikan hak-hak orang lain yang diambil dengan cara yang batil
Seperti apabila seseorang pernah mencaci orang lain maka hendaklah dia meminta pemaafan orang tersebut, atau seorang yang pernah mencuri harta orang lain maka hendaklah dia meminta maaf dan mengembalikan harta tersebut atau meminta halalnya.

Demikian tata cara taubat nasuha semoga dapat manfaatnya.

0 Response to "Tata Cara Taubat Nasuha"