Untuk menanamkan akhlaq pada anak sejak dini bukanlah hal yang gampang segampang membalikan telapak tangan, apalagi anak-anak zaman sekarang sudah banyak dipengaruhi oleh tekhnologi yang tidak bisa kita bendung, mereka selalu mengikuti perkembangan teknologi sedangkan mereka tidak memperhatikan akhlaq mereka sendiri.
Tapi walau bagaimanapun kewajiban kita selaku pendidik terutama orang tua harus tetap berusaha bagaimanapun caranya untuk menanamkan akhlaq pada anak sejak dini. Kenapa sejak dini ? Karena masa kanak-kanak adalah masa-masanya pertumbuhan badan, otak dan pemikiran, sehingga dengan adanya pembinaan akhlaq terhadap anak sejak dini akan memberikan kebiasaan akhlaq yang baik nanti dimasa dewasa, tapi kalau sejak dini mereka tidak dibina dan tida ditanamkan akhlaq terhadap mereka, maka kebiasaan kebiasaan buruk akan tertanama pada dirinya hingga mereka dewasa malah sampai tua.
Ibarat pohon pohon, kalau pohonn itu bengkok kemudian kita berusaha untuk meluruskannya dengan berbagai cara, maka pohon tersebut akan gampang kita atur dan kita luruskan malah dia akan menjadi lurus sampai besar, tapi ketika pohon tersebut sejak kecil bengkok dan tidak kita luruskan dibiarkan saja tanpa ada usaha untuk meluruskannya, maka pohon tersebut akan bengkok selamanya sampai dia besar, kalau sudah besar sulit bagi kita untuk meluruskannya.
Begitupun anak kita, kalau kita bina akhlaq mereka sedini mungkin walau bagaimanapun sulitnya, yang penting kita berusaha untuk membina dan mengarahkannya kepada akhlaq yang baik, insya allah sedikit demi sedikit apa yang kita berikan akan tertanam pada dirinya hingga mereka dewasa.
Namun terkadang kita merasa bosan dan merasa kesal terhadap anak ketika si anak tidak mau menuruti apa yang kita berikan dari bimbingan terhadap mereka, dengan berbagai macam cara cara kita membina mereka tapi tetap mereka tidak mau turut terhadap arahan kita, malah terkadang mereka melawan kepada kita, sehingga timbul pada diri kita rasa bosan dan jenuh untuk membina dan membimbing mereka.
Ingat.....Hanya satu cara supaya kita terus membina mereka walau sesulit apapun pembinaan akhlaq terhadap mereka, yaitu Lillah (Karena Allah) kita mendidik mereka, Kalau sudah ada Lillah didalam jiwa kita insya Allah bagaimanapun bandelnya si anak akan terus berusaha dan berusaha untuk mendidiknya, karena segala sesuatu atas kudrat dan irodat Allah, kita tidak bisa berbuat apa-apa, kita tidak bisa memberikan hidayah dan taufiq kepada siapapun, hanya Allah lah yang dapat memberikan hidayah dan taufiq kepada anak yang kita didik.
Kalau kita melihat si anak belum juga mengikuti apa yang kita berikan malah dia melawan kepada kita, kita tidak usah kesal dan marah kepada dia, Kenapa ? karena Allah belum memberikan kebaikan kepada dirinya, karena Allah belum memberikan hidayh kepada dirinya. Jadi bagaimana ? Tugas kita adalah berusaha dan berusaha, adapun hasil dari usaha kita, Allah lah yang memberikannya, Nabi Muhammad Saw sendiri tidak bisa memberikan hidayah kepada pamannya, sehingga pamanya (Abu Thalib) tidak mau masuk Islam. Padahal dia adalah pembela dan pendukung atas perjuangan Nabi Muhammad Saw, Dialah yang membela Nabi tatkala banyak hinaan dan cercaan dari orang-orang quraisy, sehingga Nabi terus bisa berjuang menyebarkan Islam di kota mekah pada waktu itu.
Kenapa demikian ? Hanya Allah lah yang akan memberikan hidayah dan Taufiq kepada siapapun yang dikehendakiNya. Sedangkan kita, hanya ditugaskan untuk berusaha, selanjutnya kita pasrahkan sepenuhnya kepada Allah Swt.
إنك لأتهدى من أحببت ولكن الله يهدى من يشاء
Innaka laa tahdii man ahbabta walaakinnallaha yahdi may-yasyaa.
"Sesungguhnya kamu (Muhammad) tidak bisa memberikan petunjuk kepada siapa yang kamu cintai, tapi Allah lah yang memberikan petunjuk kepada siapa yang di kehendakinya"
Jadi ada tiga tugas kita dalam mendidik anak, yaitu
1. Kita berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan kita dalam membina, membimbing dan mendidik anak, Istiqomah dan tidak putus asa.
2. Berdoa kepada Allah, agar Allah Swt memberikan hidayahnya kepada anak-anak kita, sehingga mereka bisa menerima dan menjalankan apa yang kita berikan, akhirnya mereka mempunyai akhlaq yang baik .
3. Berserah diri sepenuhnya kepada Allah, karena Allah lah yang memberikan segalanya.
Demikian artikel menanamkan akhlaq pada anak sejak dini, semoga bermanfaat

0 Response to "Menanamkan akhlaq pada anak sejak dini"