Latest News

PANTI YATIM MANARUL ULUM

Tata cara Wudhu dan Doanya

Dalam topik sekarang kita akan membahas Tata cara Wudhu dan Doanya.
Setiap beribadah dalam pelaksanaannya harus dengan ilmunya, sehingga kalau kita beribadah tidak dengan ilmunya, bukan saja tidak di terima oleh Allah malah amalnya pun tidak sah. sebagaimana sebuah keterangan menjelaskan bahwa :

وَكُلُّ مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ أَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةُ لَاتُقْبَلُ
"Setiap orang yang beramal tidak dibarengi dengan ilmunya, maka amalnya di tolak oleh tidak diterima"

Maka dari itu kita harus mengetahui dan mengerti bagaiman tata cara wudhu yang baik dan benar menurut ajaran Al-quran dan alhadits, sebagaimana dijelaskan di dalam alquran bahwa :

يَاأَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا إِ ذَاقُمْتُمْ إِلىَ الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوْاوُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ  إِلىَ الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلىَ الْكَعْبَيْنِ
"Hai orang-orang yanag beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki."

Tata cara wudhu


Didalam ilmu fiqih Tata cara wudhu yang baik dan benar harus mengikuti dan menjalankan ruku-rukun wudhu yang sudah ditetapkan dalam alquran dan disepakati oleh para Ulama.

Rukun wudhu itu ada 6
1. Niat. Niat ini tempatnya didalam hati. Kapan niat itu dilaksanakan ? Niat itu dilaksanakan ketika kita membasuh muka, disamping niat, ketika membasuh muka alangkah lebih baiknya kita baca doa membasuh muka, supaya wudhu kita sempurna.
Kenapa harus pake niat segala ? kan didalam alquran pun tidak disebutkan niat. sebagaimana sabda rosulullah Saw bahwa :

إِنَّمَاالْأَعْمَالُ بِاالنِّيَّاتِ
"Pastinya amal-amalan itu harus dengan niat"
maka para ulama sepakat bahwa niat itu dimasukan kepada rukun wudhu
Adapun lafadz niatnya adalah :

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالىَ

2. Membasuh muka
Didalam membasuh muka harus diperhatikan batasan-batasannya, adapun batasan-batasannya adalah: dari pinggir mulai telinga kanan sampai telinga kiri, kalau dari atas ke bawah adalah : mulai tempat tumbuhnya rambut sampai dagu, maka kalau mau sempurna membasuh muka harus lebih darai batasan batasan tersebut, karena didalam ushul fiqih disebutkan bahwa :

مَا لَايَتِمُّ الْوُجُوْبُ إِلَّا بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ
"Sesuatu tidak akan sempurna kewajiban kecuali dengan sesuatu tersebut, maka sesuatu itu wajib hukumnya"
Termasuk membasuh muka harus lebih dari batasan-batasan tadi, karena tidak sempurna membasuh muka kalau yang lebihnya dari batasan itu tidak dibasuh.

3. Membasuh kedua tangan
Didalam membasuh kedua tangan ini harus mengetahui batasan-batasannya sehingga kita melaksanakan tata cara wudhu yang baik sesuai aturan ilmu fiqih. Sampai dimana batasannya ? yaitu sampai siku, dan membasuhnya harus melebihi daripada siku, untuk lebih sempurnanya lagi jangan lupa doa membasuh kedua tangan.
4.  Menyapu rambut
Untuk rambut ini tidak usah di basuh, tapi cukup di sapu saja, kalau rukun wudhu yang lain harus di basuh. Adapun perbedan membasuh dan menyapu adalah : kalau di basuh, itu harus ada air yang mengalir. kalau disapu tidak usah ada air mengalir cukup yang penting basah.

5. Membasuh kedua kaki dengan kedua mata kaki.

Untuk batasan membasuh kaki ini yaitu sampai mata kakinya, jangan sampai mata kakinya tidak dibasuh, maka ketika mata kaki tidak di basuh berarti tata cara wudhu nya tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, ketika tidak sesuai dengan aturan maka wudhunya tidak sah.

6. Tertib.
Maksudnya adalah, pelaksanaan wudhu nya harus sesuai dengan susunan yang tercantum di dalam alquran yaitu : yang pertama membasuh muka, kedua membasuh kedua tangan, ketiga menyapu rambut, keempat membasuh kedua kaki.
Adapun telinga itu tidak termasuk pada rukun wudhu yang telah disebutkan tadi, maka itu hukumnya adalah sunnah

Setelah selesai berwudhu, kita akhiri dengan doa, yaitu :

أَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُأَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّلهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَاجْعَلْنِى مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
"Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang tidak ada seorangpun yang menemaninya, dan aku bersaksi bahawa Nabi Muhammad Saw adalah hamba Allah dan utusannya. Ya Allah jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang muslim dan jadikanlah aku termasuk golongan hamba-hambaMu yang shaleh."

Demikian pembahasan sekilas tentang tata cara wudhu dan doanya semoga bermanfaat bagi semuanya.
 

0 Response to "Tata cara Wudhu dan Doanya"