Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah
satu malam yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia,
Lailatul Qadar.Banyak ayat didalam Al-Quran yang menceritakan tentang
barakahnya malam ini, dimana pada malam ini diturunkan Al-Quran.Banyak diantara
orang menunggu kedatangan Lailatur Qadar dalam sepuluh hari terakhir. Tafsir
Surat Al-Qadar Satu surat yang begitu signifikan menceritakan mengenai
peristiwa malam tersebut ialah surahAl-Qadar yang berisi 5 ayat.
Ada diantara ulama-ulama mengatakan bahwa surat
Al-Qadar ini turun selepas hijrah Nabi saw ke Madinah. Didalam membicarakan
pentafsiran ayat, amatlah bijak jika kita mengambil penafsiran yang diambil
dari Tafsir Jalalain: Kesimpulannya bahwa malam Al-Qadar itu secara sejarahnya
di turunkan Al-Quran dari Lauhul Mahfuz kelangit dunia. Kemuliaan malam
tersebut telah dikhabarkan kepada Rasulullah SAW. Bulan itu dikatakan satu
bulan dengan barakah seperti 1000 bulan. Di malam tersebut para
malaikat-malaikat dan Jibril turun ke bumi dan memohon Allah mengkabulkan
doa'-do'a hambanya. Kemuliaan malam tersebut berakhir dengan terbitnya fajar.
Pentafsiran yang lebih terperinci sedikit
mengenai ayat pertama surah Al-Qadar ini dapat kita lihat dari Tafsir Ibnu
Katsir: AllahSWT telah mengkhabarkan sesungguhnya Ia telah menurunkan Al-Quran
padamalam Lailatul Qadar. Dimana Allah berfirman, "Sesungguhnya kami
turunkannya di malam yg barakah". Inilah yang kemudian dikenal sebagai
malam Al-Qadar yg berada didalam bulan Ramadan sebagaimana firmannya,"Pada
bulan Ramadan yang diturunkan didalamnya Al-Quran". Berkata Ibnu Abbas
bahwa Allah SWT telah menurunkan Al-Quran keseluruhannya (secara total) dari
Lauhul Mahfuz ke Baitul 'Izzah dari langit dunia kemudian ia diturunkan secara
berpisah dan berperingkat selama 23 tahun keatas Nabi SAW, kemudian firman
Allah beliau memuliakan Lailatul Qadar dimana Allah SWT telah mengizinkan
penurunan Al-Quran.
Penamaan Lailatul Qadar ada dua faktor kenapa
malam ini disebut Lailtul qodar,
Faktor pertama:
karena malam Lailtul qodar merupakan malam yang agung derajatnya, disebut agung
adalah karana beberapa sebab:
▪Sebab Kedua; karena pada malam ini lebiah utama dari seribu bulan, makna seribu adalah ibarat dari keagungan bulan ini dengan maksud "mubalghoh" sedangkan bilangan tidak bermafhum, dan menurut qoul yang mu'tamad makna seribu adalah hakiki denagn demikina malam lailatul qodar adalah malam yang lebih utama dari seribu bulan yang tidak ada didalamnya lailatul qodar.
▪Sebab Ketiga; adalah karena malam lailatul qodar merupakan malam turunnya malikat dan ruh, QS. Al Qodr: 4, disebut Ruh adalah jibril a.s dan menurut qoul yang lain adalah malaikat yng hanya tapak pd malam itu.
▪Sebab Keempat; karna malam ini adalah malam "salam" QS.al Qodr: 5, disebut salam adalah karena setan tiada mampu membuat kerusuhan pada malam ini, hingga malam ini dipenuhi kebaikan sampai terbitnya fajar.
Faktor kedua:
Karena pada malam ini di pastikannya
"kullu amrin hakim" yaitu ditentukannya rizq manusia, ajal dan
kematian manusia, hujan dan kemarau hingga haji dan tidaknya manusia.
Sebagaimana ALLAH S.W.T berfirman dalam QS.al Dukhon: 4 "didalamnya(Lailtul
qodar) di realisasikan setiap perkara yang telah di putuskan", sebagian
mufassirin memang mengatakan: bahwa yang di maksud ayat ini adalah malam ishfu
sya'ban, namun hal ini sangat keliru sbgai mana yang dijelaskan imam nawawi
dalam al majmu'. Malam Lailatul Qadar special bagi umat Nabi Muhammad SAW Ummat
MUHAMMAD saw adalah umat yang makhsus mendapat malam lailatul qodar dengan
makna bahwa ummat sebelumnnya tdak mendapatkan lailatul qodar, hal ini sesuai
dengan Qoul shahih dari jumhur Ulama.
Sesuai dengan asbabu nuzul bahwa ketika Rasul
saw berisra' dan mi'raj Allah swt memerintahkan semua Nabi dan Rasul a.s
beserta ummatnya bekumpul di masjidil aqsho, maka Rasul saw melihat diantara
mereka ada yang sujud, ada yang ruku', dan Rasul s.a.w melihat ada yang punya
pengikut seratus, seribu dan ada yang lebih banyak atau sedikit, maka ketika
pandangan Rasul saw bertemu dengan ummat yang sngat banyak, sedang umur mereka
daiatara 300-900 tahuna, Rasul bertanya: " ummat siapakah ini?? Dikatakan:
"inilah ummat Musa as Rasul saw bertanya: "lalku dimanakah ummatKu
??? Lalu ditunjukkanlah ummat yang lebih jauh banyak, dan ketika umur mereka
hanya berkisar 63-100 tahun maka Rasul saw mengeluh dan gundah, ummatNya saw
tidak bisa menyamai ibadahnya ummat Nabi Musa as. Lalu Allah swt menberikan
'lailatul qodr' yang lebih utama dari seribu bulan, dengan arti: jika ummat
Muhammad saw dapat menemuinya dalam tiap tahun maka seolah2 dia telah beribadah
selama 83,34 tahun dan jika dia berumur 63 tahun maka seolah2 dia telah beribadah
selama 4000 tahun jika baligh di umur 25 tahun.
Keistimewaan Lailatul Qadar merujuk kepada
surah Al-Qadar didalam membicarakan persoalan keistimewaan Lailatul Qadar, :
"Allah telah memuliakan Al-Quran dimalam ini, dan ditambahnya dengan maqam
yang mulia, yaitu kedudukan dan kemuliaannya yang sangat banyak dari kebaikan
dan kelebihan dari 1000 bulan.ketaatan dan ibadah didalamnya menyerupai 1000
bulan yang bukan Lailatul Qadar. 1000 bulan ini menyamai 83 tahun 4 bulan.
Hanya di satu malam ini lebih baik dari umur seseorang yang menghampiri 100
tahun, jika tambah berapa tahun beliau baligh dan dipertanggung jawabkan".
Dan pada malam itu turunnya malaikat-malaikat dengan rahmat Allah dengan
kesejahteraan dan barakahnya. Dan kesejahteraanya melimpah sehingga ke terbit
fajar. banyak hadist-hadist yang menyebutkan mengenai keutamaan Lailatul Qadar
ini. Yang banyak dianjurkan untuk mencarinya pada 10 malam terakhir.
Dalam Sahih Bukhari dari Hadis Abu
Hurarirah,"Barangsiapa yang berqiam dimalam Al-Qadar dengan penuh keimanan
dan bersungguh-sungguh maka telah diampunkannya apa yang telah lalu dari
dosanya". (Riwayat Bukhari didalam Kitab Al-Saum). Rasulullah SAW telah
memberi penjelasan kepada siapa yang lalai dan tidak memperhatikan malam
tersebut, yaitu sama seperti menghalang diirinya dari menerima kebaikannya dan
ganjarannya. Berkata para sahabat "Sesungguhnya bulan ini telahhadir
kepada kamu didalamnya mengandung malam yang lebih baik dari 1000bulan. Siapa
yang memuliakannya maka beliau akan dimuliakan kebaikan semua perkara. Dan
siapa yang tidak memuliakannya maka kebaikannya akan dihalang". (Riwayat
Ibnu Majah dari Hadis Anas, isnad Hassan sebagaimana didalam Sahih Jaami'
Al-Saghir). Tanda-tanda Lailatul Qadar Nabi Muhammad Saw juga pernah mengkhabarkan
kepada kita di beberapa sabda beliau tentang tanda-tanda lailatul qadar,
yaitu:
1. Udara dan suasana pagi yang tenang Ibnu
Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak
pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna
merah” (Hadist Hasan) Angin dalam keadaan tenang pada malam Lailatul Qodar,
tidak berhembus kencang (tidak ada badai) dan tidak ada guntur.
2. Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar
kuat keesokannya Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah
shallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Keesokan hari malam lailatul qadar
matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR Muslim)
3. Terkadang terbawa dalam mimpi Seperti yang
terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum.
4. Bulan nampak separuh bulatan Abu Hurairoh
radliyallahu’anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul
qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata, “Siapakah
dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh
nampan.” (HR. Muslim)
5. Malam yang terang, tidak panas, tidak
dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang
dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan) Sebagaimana
sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa
sallam: “Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin,
tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang
dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR.
at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)
6. Orang yang beribadah pada malam tersebut
merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada
Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya. Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad
bin Muhammad at-Thusi al-Ghazali yang dikenal dengan sebutan Imam Al-Ghazali,
beliau memberikan jawaban yang jelas dan gamblang, bahwa sebenarnya Lailatul
Qadr dapat diketahui dari hari awal bulan puasa Ramadhan itu di mulai. Kemudian
beliau menuturkan : “Jika awal bulan Ramadhan dimulai hari Ahad atau Rabu, maka
Lailatul Qadr jatuh pada malam 29 Ramadhan. Jika awal bulan Ramadhan hari
Senin, maka ia jatuh pada malam 21 Ramadhan. Jika awal Ramadhan hari Selasa
atau Jum’at, maka ia jatuh pada malam 27 Ramadhan, dan jika awal Ramadhan hari
Kamis maka ia jatuh pada malam 25 Ramadhan dan jika awal Ramadhan hari Sabtu
maka ia jatuh pada malam 23 Ramadhan”.(Hasyiah Jamal Ala Syarkhil Minhaj, Juz
II, hal. 357). Mengapa Lailatul Qadar disembunyikan ? Ada beberapa kemungkinan
jawaban, sebagaimana terpapar dalam Tafsir Ar-Razi.
Yang menarik diantara kemungkinan-kemungkinan
itu adalah sebagai berikut. Yakni bahwa Allah menyembunyikan Lailatul Qadar
agar hambaNya tak bertambah-tambah dosa. Karena, jika Allah memberitahukan
kapan Lailatul Qadar, maka kalau seorang hamba melakukan ketaatan di malam itu,
akan dilipatgandakan seperti pahala ketaatan 1000 bulan. Maka, sebagaimana pula
ketaatan, kemaksiatan pun akan dilipatgandakan dosanya. Allah tahu bahwa
sebagian hambaNya, jika diberitahu kapan Lailatul Qadar pun, akan tetap berbuat
maksiat. Berlipatgandanya dosa ini tak akan terjadi jika si hamba tak tahu
bahwa malam itu (yakni malam di mana ia berbuat maksiat) adalah malam Lailatul
Qadar. Selaras dengan kasih sayang Allah seperti ini, adalah apa yang dilakukan
oleh Rasulullah.
Lailatul
Qodr ini hanya dalam waktu sangat singkat, sepeti sambaran kilat saja, namun
demikian menjadikan seluruh malam mendapatkan keutamaan. Selain itu para
malaikat bolak-balik naik turun membawa rohmat Allah dengan mendatangi hajat
hamba-hambanya di bumi. Dan pada seluruh malam itu, Allah pun menampakkan diri
(rahmatnya) , pada seluruh malam itu tidak seperti malam-malam selain Lailatul
Qodr –dimana Allah hanya menampakkan diri pada sepertiga malam saja-Disunahkan
menghidupkan sepuluh malam terakhir dari bulan Romadlon dengan berbagai bentuk
ibadah, supaya ia bisa menemui Lailatul Qodr.Lailatul Qodr adalah malam dimana
keajaiban-keajaiban dari kerajaan langit "nampak" pada malam itu.
Manusiapun pengalaman "kasyf" nya berbeda-beda.

0 Response to "Keutamaan Lailatul Qodar"